Gelandang Internet yang mencoba melewati lorong sempit tanpa batas ruang dan waktu
Joint Venture Adsense

Kenapa Dulu Kita Harus Menggambar Dua Gunung?

· · 10 comments
Kenapa Sekolah Tak Mendorong Kita Berani Beda? - Kalau mengingat ketika kita SD dulu, ketika guru menyuruh untuk membuat sebuah gambar, maka kebanyakan siswa akan menggambar pemandangan dua gunung dengan matahari diantara gunung itu ditambah dengan gambar jalan yang berliku mengarah kegunung tersebut serta gambar padi yang dibuat dengan huruf 'V' yang banyak. Anak-anak yang sekolah di Kota pun lebih familiar menggambar pemandangan dua gunung walaupun di tempat tinggal mereka tidak ada gunung apalagi sawah.
sistem pendidikan indonesia
Padahal mungkin dulu ada yang ingin menggambar laut, atau bagi yang tinggal dikota ingin menggambar gedung-gedung bertingkat. Tapi karena takut gambarnya jelek karena disekolah diajarkan menggambar pemandangan maka mereka tidak jadi membuatnya. Hampir seluruh anak Indonesia yang pernah sekolah pernah menggambar pemandangan dua gunung bewarna biru dengan matahari mengintip ditengahnya. 
Dari sini terlihat kita mulai diajarkan untuk tidak tampil beda. Padahal kita dilahirkan dan ditakdirkan dengan kreativitas natural masing-masing. Namun terkadang kita lihat dunia pendidikan sering melupakan hal tersebut. Kepribadian unik yang dimiliki oleh siswa sengaja ditekan, jika tidak mampu dikatakan bodoh, tidak mau belajar atau anak yang bandel. 

Mungkin masih ada guru-guru kita yang mengancam, menakut-nakuti atau malah menghukum dengan berbagai sanksi. Tak banyak guru kita yang berusaha untuk membimbing, memberikan suport dan memberikan kepercayaan diri pada anak didiknya. Sehingga ada istilah tugas sekolah adalah mencetak manusia yang mudah diatur dan sesuai standar. Sistem pendidikan lebih bersifat kaku dan linear, seperti membuat sebuah robot. Padahal setiap manusia itu bersifat organik dan tidak akan mudah ditebak. Inilah PR pemerintah dan kita bersama, menentukan prinsip yang tepat untuk mendidik generasi penerus bangsa. Harus ada pendekatan baru dalam memupuk kreativitas.  

10 comments:

  1. jadi ingat pelajaran SD dulu mas, memang hal yang utama dalam menggambar pasti sering diberi contoh gambar gunung itu, aneh tapi nyata

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena lebih mudah untuk digambar mungkin mas :)

      Delete
  2. karena dua gunung memang indah :)

    guru mestinya bisa di GUgu dan di tiRU dari ucapan berdasar perilaku yg baik

    ReplyDelete
  3. saya pernah mendengar cerita salah seorang kepala dinas di kalbar...katanya ketika dia memberikan kuliah umum mengenai kreatifitas pada calon pegawai negeri sipil, masih ada orang yang menggambar dua gunung, sawah, dan jalan di tengahnya...akhirnya diketahui kalau orang itu tidak pernah mau berpikir kreatif dan tidak mau mencari atau mengasah pengetahuannya sendiri. masa dari sd yang digambar bisanya hanya dua gunung itu saja....mungkin ini sederhana namun perlu menjadi renungan dalam hal peningkatan kreatifitas dan pencarian suatu ilmu yang seharusnya semakin berkembang.....makasih inspirasinya. salam sahabat blogger.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups potensi setiap orang itu berbeda-beda sesuai dengan karakter, kepribadian, lingkungannya. mari kembangkan kreativitas untuk kemajuan negeri ini.

      Delete
  4. Menurut saya tidak ada yang salah dengan mengajarkan mmengambar gunung dan jalan menju gunung dimana libih mudah mgajarkan pengeahuan dasar menggambar. Yang saya ingat saat EsDe dulu ini paling mudah di pahami unuk pengetahuan dasar dimana pertama disuruh buat gais dimana gais iu adalah garis semu batas cakrawala dan benda apa yang di atas dan di bawah garis itu dan mana ang terlebih dahulu harus dilukis lalu di ajak ke luar unuk melihat lansung pemandangan alam dan di suuh menggambar apa yang menurutnya menarik, dan pengetahuan dasar itu sangat bermanfaat bagi saya kala itu.
    Tapi mungkin beda pengalam beda kali ya atau mungkin ada guru yang kaku dalam hal seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah betul juga ya mas :) tapi saya kira poin utamanya bukan pada menggambar pemandangan itu, tapi kurikulum pendidikan yang masih terkesan kaku.

      Delete

- Komentar yang mengandung hujatan, negatif akan dianggap spam
- Komentar link akan dilaporkan ke posyandu terdekat & tidak akan ditampilkan