Gelandang Internet yang mencoba melewati lorong sempit tanpa batas ruang dan waktu
Joint Venture Adsense

Renungan Lagu Islami Layar Keinsafan (Mestica)

· · 0 comments
Assalamu'alaikum, wr.wb

Senandung Islami Yang Mulai Memudar - Mestica adalah Group Nasyid yang berasal dari negeri Jiran malaisya dengan personil Shaiful Izzuddin bin Mohamad (Shaiful)Mohd Khairulnizam bin Zainol (Khairul), Muhamad Razin bin Che Mud (Razin), Khalil Khusairi bin Tarmizi (Khalil). Didirikan pada tahun 2002 ketika mereka masih menjadi Mahasiswa di Universitas Teknologi Mara Malaisya. Malaisya memang menjadi negara yang banyak melahirkan group-group Nasyid (lagu islami) seperti Brother, Hijjaz, The Zikr, Raihan dan lain sebagainya. Indonesia? Yups kita masih mempunyai Snada dengan senandung Alif kecil, Izzatul Islam dengan lantunan Generasi Harapan, The Fikr dengan Lirik Kebangkitannya, namun hingga kini perkebangannya entah seperti apa, karena dominasi lagu-lagu masa kini yang menganggap senandung nasyid tak relevan lagi dan tidak kontemporer, sehingga sangat sedikit sekali yang meminati lagu-lagu (Nasyid) islami yang notabenenya bangsa ini ini 90% beragama Islam.
Group Nasyid Mestica Malaisya
www.abdusatri.com
Salah satu Lagu dari Group Nasyid Mestica yang saya sukai adalah Layar Keinsyafan. Lirik-liriknya lansung menyentuh dan memberikan peringatan. Memang lagu ini sudah lama, namun bait-baitnya tidak akan hilang. Salah satu lirik yang sangat bagus menurut saya adalah

"mengapa nantikan senja, barukan terdetik pulang ke pengkalan"

Hidup ini adalah sebuah perjalanan yang membuat kita selalu lalai dari perintah Allah.Swt. Kenapa

harus menunggu tua baru kan bertaubat? apakah memang akan sampai? gimana kalau nyawa kita diambil oleh Allah besok pagi??. Astaghfirullah...

Kenapa kita selalu tangguhkan Shalat yang menjadi perintah wajib bagi setiap Muslim? bukankah ada pepatah "Shalatlah sebelum dishalatkan". Kenapa kita harus menghargai seseorang bila orangnya sudah tidak ada?. Seperti lirik Mestica diatas, kenapa harus nunggu senja baru akan berlabuh kepangkalan?. Banyak sekali renungan saya kira dari irik-lirik yang ditampilkan dalam nasyid ini. Semoga mejadi renungan buat kita bersama, bahwa hidup ini hanyalah sementara. Akhiratlah yang kekal abadi.

Lirik Layar Keinsyafan 

Sepi benar senja ini
Bayunya semilir menghadap ombak getir
Jarum ufuk pula mengemas terangkah
Pada layar terkapar

Mengapa hentikan senja
Barukan terdetik pulang ke pengkalan
Bila malam menghampiri
Kutewas di lautan

tuhan…
Layarkan ku kearah cintaMu
Tuntuni ku mengapai redhaMu
Timbunan kasihMu berteduh
KepadaMu ya tuhan

Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan

Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dinihari
Kesempatan yang hanya sebentar
moga Keikhlasan ku terapkan

Berikan aku hidayah
agar dikuatkan iman yang lemah
moga diberkati hidup ini
menuju bahagia yang kekal abadi….

harapanku moga dikurniakan
manisnya iman berpanjangan
moga lautan hilang gelora

untukku belayar.. 




******

0 comments:

Post a Comment

- Komentar yang mengandung hujatan, negatif akan dianggap spam
- Komentar link akan dilaporkan ke posyandu terdekat & tidak akan ditampilkan